Di tengah kota, aku bersedih


Suara bising aktifitas manusia-manusia perkotaan
Tawa dan teriakan anak jalanan menambah kebisingan kota ini
Tembok tua merangkul aku dalam kesedihan
Ditengah kota nan ramai, disebuah rumah tua

Seorang manusia sedang menangisi sebuah takdir
Takdir yang membuat air matanya 
tak henti-hentinya menumpah dan berderai
Yah,  manusia itu  adalah aku
Aku yang bersedih atas takdir 
yang telah ditetapkan padaku

Aku tidak percaya Tuhan?
Bukan, tapi hatiku masih belum siap
untuk menghadapi hal seperti ini...

karya : Agus Fajar

Komentar